Postingan

Jejak Kepausan dalam Hidupku

Gambar
                       Papa Giovanni XXIII Jejak perjalanan hidup pernah diwarnai oleh kehadiran seorang tokoh yang begitu agung: Paus Yohanes Paulus II. Bahkan sebelum mampu mengingat apa pun, namanya sudah menorehkan jejak dalam hidup. Pada Oktober tahun 1989, ketika usia masih seumur beberapa bulan, beliau mengunjungi Pulau Flores yang baru saja dilanda bencana alam. Kunjungan pastoral itu kemudian menjadi kisah yang terus diceritakan dalam keluarga bahwa seorang Paus pernah datang membawa penghiburan dan harapan kepada umat di tanah Flores. Seolah sejak awal, hidup ini sudah disentuh oleh langkah seorang gembala yang hatinya sangat dekat dengan umat yang menderita.                                Papa Gv. Paolo II Tahun-tahun berikutnya pun diwarnai oleh kehadiran beliau dari layar televisi, dari cerita umat, dari keteladanan yang melintasi batas...

Gereja, Martabat Manusia, dan Pemberdayaan dalam Isu Migrasi dan Perdagangan Manusia

Refleksi atas Workshop VIVAT@25 Geneva dan Relevansinya bagi Gereja Indonesia ✄┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈ Abstrak Tulisan ini merefleksikan hasil Workshop VIVAT@25 Geneva (2025) yang memperingati dua puluh lima tahun advokasi hak asasi manusia dan migrasi oleh VIVAT International. Diskusi berfokus pada persoalan perdagangan manusia, migrasi paksa, dan ketimpangan global yang menimbulkan luka kemanusiaan mendalam. Esai ini menafsirkan kembali pesan-pesan teologis dalam terang Ajaran Sosial Gereja dan teori pemberdayaan perempuan Sara H. Longwe (1991), dengan menyoroti peran Gereja sebagai subjek moral dan agen pembebasan. Relevansinya bagi konteks Indonesia ditegaskan melalui refleksi atas pengalaman Divisi Perempuan Truk-F di Flores, yang memadukan pastoral, advokasi, dan pemberdayaan struktural bagi korban trafficking. Gereja dipanggil untuk menjadikan solidaritas sebagai praksis pembebasan: mengubah hati sekaligus sistem sosial yang menindas martabat manusia. Kata kunci: Gereja, migrasi, pember...

Kasih yang Bekerja dalam Diam: Pengalaman Hidup di Komunitas OCD

Gambar
Di Ambang Ketidakpastian: Awal Perjalanan yang Penuh Keraguan Tidak semua perjalanan dimulai dengan kepastian. Kadang, langkah pertama justru diambil dengan kaki gemetar dan hati penuh tanya. Itulah yang saya alami ketika pertama kali menginjakkan kaki di Yogyakarta 19 Agustus 2019 kota yang asing kala itu, namun kelak menjadi saksi bagaimana Tuhan bekerja dalam senyap dan kemurahan-Nya hadir dalam bentuk yang tak terduga. Saya datang ke Yogyakarta bukan dalam keadaan nyaman. Tidak ada dukungan keluarga untuk melanjutkan studi, tidak ada orang tua yang mendampingi. Mereka telah tiada, dan saya harus berjalan dengan kekuatan sendiri. Tak ada pengingat yang hangat dari keluarga, tak ada sanak saudara yang bisa diajak bertukar pikiran atau diajak bicara. Bahkan untuk sekadar menanyakan kabar saya, mereka tidak pernah. Saya seperti melangkah sendirian, menuju sesuatu yang baik namun ragu dan belum tentu bisa saya jangkau. Meskipun saya memperoleh Scholarship yang menanggung biaya studi, be...

Surat Terbuka dari Burkina Faso: Keadilan untuk Afrika

Gambar
𝙆𝙚𝙥𝙖𝙙𝙖 𝙎𝙧𝙞 𝙋𝙖𝙪𝙨 𝙍𝙤𝙗𝙚𝙧𝙩 𝙁𝙧𝙖𝙣𝙘𝙞𝙨 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙈𝙪𝙡𝙞𝙖, Saya menulis kepada Anda, bukan dari istana, bukan pula dari kenyamanan kedutaan asing, tetapi dari tanah air saya Burkina Faso tempat debu bercampur dengan darah para martir kami, dan gema revolusi lebih nyaring dari dengungan drone asing di atas kepala. Saya tidak menulis sebagai seorang yang mencari pengakuan, juga bukan sebagai diplomat penuh basa-basi. Saya menulis sebagai anak Afrika 𝙩𝙚𝙧𝙡𝙪𝙠𝙖, 𝙣𝙖𝙢𝙪𝙣 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙩𝙪𝙣𝙙𝙪𝙠. Anda kini adalah bapak rohani bagi lebih dari satu miliar jiwa, termasuk jutaan jiwa di Afrika. Anda tidak hanya mewarisi gereja, 𝙩𝙚𝙩𝙖𝙥𝙞 𝙟𝙪𝙜𝙖 𝙬𝙖𝙧𝙞𝙨𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙟𝙖𝙧𝙖𝙝. Dan di momen transisi ini, sementara asap putih masih melayang di atas atap Vatikan, saya harus mengirim surat ini melintasi lautan dan gurun, melampaui batas dan gerbang langsung ke hati Anda. 𝙆𝙖𝙧𝙚𝙣𝙖 𝙨𝙚𝙟𝙖𝙧𝙖𝙝 𝙢𝙚𝙣𝙪𝙣𝙩𝙪𝙩𝙣𝙮𝙖. 𝙆𝙖𝙧𝙚𝙣𝙖 𝙠𝙚𝙗𝙚𝙣𝙖𝙧𝙖𝙣 𝙢𝙚𝙢𝙖𝙠𝙨𝙖𝙣...

Kesetiaan yang Tak Lekang: Meneladani Bunda Maria dalam Perjalanan Hidup

Gambar
Gambar-Bunda Maria, Bunda Segala Bangsa Bulan Mei, bulan Maria, mengingatkan kita pada sosok seorang perempuan luar biasa: Bunda Maria.  Lebih dari sekadar seorang ibu, ia adalah teladan kesetiaan dan ketaatan yang tak tergoyahkan, sebuah model hidup yang patut direnungkan oleh setiap umat beriman, terutama generasi muda seperti kita.  Kesetiaan Maria bukan sekadar kata-kata, melainkan tindakan nyata yang terukir dalam setiap babak perjalanan hidupnya yang penuh duri. Keteguhan hati Maria terpancar sejak saat ia menerima kabar gembira sekaligus berat dari Malaikat Gabriel.  "Fiat Voluntas Tua," jawabnya, (Lukas 1:38), sebuah jawaban yang sederhana namun sarat makna.  Ia tak ragu-ragu, tak menawar, tak berdebat. Jawaban "Ya" itu menjadi komitmen seumur hidup, sebuah janji yang dihayatinya di tengah cibiran, ketidakpahaman, dan tantangan yang tak terhitung jumlahnya.  Kehamilannya yang ajaib (Lukas 1:26-38), kehidupan di Nazareth yang sederhana,  perjala...

Petrus dan Estafet Iman

Gambar
"Semoga kedamaian tercurah atas kalian semua.  Semoga kedamaian ini meliputi hati, keluarga, dan seluruh umat manusia di mana pun berada. Allah mengasihi kita, dan kejahatan tak akan menang.  Dengan keyakinan akan pemeliharaan Allah, marilah kita melangkah maju dengan berani dan bersatu. " [Leo PP XIV] La Corsa di Pietro Kata yang digunakan untuk menyebut benda yang dilewatkan atlet dari tangan ke tangan selama lari estafet sangat indah: estafet.  Ini adalah gambaran indah untuk menggambarkan Gereja. Sebuah estafet yang telah berlangsung selama dua puluh abad di seluruh dunia. Sebuah kisah persahabatan yang menular, yang terjadi melalui pertemuan dan, tentu saja, kesaksian. Seperti batu yang jatuh ke air dan menimbulkan gelombang tak terbatas yang terus meluas, demikian pula kebangkitan Tuhan dan penampakan-Nya kepada sahabat-sahabat-Nya, para rasul ("utusan"), ibarat Big Bang yang menciptakan kembali dunia, menentukan gerakan gelombang ini yang selama dua milenium ...

Papa Francesco, Miliarder?

Gambar
            Papa Francesco Ketika Papa Francesco meninggal, ia hanya memiliki $100 simpanan. Ia tidak memiliki rekening bank, properti, atau investasi atas namanya. Meskipun ia berpotensi mendapatkan 340 ribu euro per tahun, ia tidak pernah menerima gaji dari Vatikan karena telah bersumpah untuk hidup dalam kemiskinan dan keadilan, apalagi ia seorang biarawan Jesuit.  Jorge Bergoglio (Paus Fransiskus) menolak kemewahan istana kepausan dan memilih untuk tinggal di Casa Santa Marta yang sederhana. Semua pengeluarannya ditanggung, tetapi gaya hidupnya sederhana dan konsisten dengan ajarannya. Lilinnya akan ditempatkan di Basilika Santo Petrus, dan pemakamannya diadakan pada hari ini, Sabtu, 26, di Basilika Santa Maria La Maggiore Roma, bukan di Vatikan seperti pendahulunya. Peti matinya terbuat dari kayu. "WARISAN"nya bukanlah materi... melainkan MORAL: KERENDAHAN HATI, KONSISTENSI, dan PELAYANAN.  Contoh yang luar biasa!! PAUS FRANSISKUS selalu meng...